Selasa, 10 November 2015

Menjaga Titipan Suci

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalamu'alaiku warahmatullahi wabarakatuh....
Ku mulai tulisan ini dengan Basmalah, 
Sungguh, Aku mendapatkan pelajaran berharga hari ini..... 
Kuharap ini bisa menadi nasehat untuk diriku.....
Setiap manusia selalu takut jika berbicara tentang kematian, kebanyakan orang takut untuk mati tapi tidak mempersiapkan diri untuk menuju kematian. Hal yang menakutkan itu bukan menjadi pemicu seeorang bertaubat atas segala dosa, ketika manusia diberi kebahagiaan oleh Allah, maka sebagian besar akan melupakan Sang Maha. Dan ketika diberi musibah maka hal yang paling pertama diingat adalah Sang Pencipta. Entah merasa marah karena diberi musibah dan  memohon belas kasihan kepada Sang Maha. Aku tidak tahu apakah ini sebuah fitrah manusia? manusia selalu mendekati Rabbnya ketika dalam ketidakberdayaan. Dan sangat sering menafikkan pemberian Sang Maha, hanya karena ujian yang Allah berikan kepadanya. "Tuhan.. mengapa hari ini aku sial!!! tidak adakah hal yang lebih baik dari hari ini!!!". Ungkapan seorang manusia yang menafikkan Pemberian dan nikmat Tuhan. Dalam firman-Nya:
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٣

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan"

Tidakkah kita berfikir, Nikmat yang tak terhingga yang kita miliki saat ini, Mata (kau bisa melihat apapun dengan titipan Allah itu, kau bisa memanfaatkan mata yang kau miliki untuk melihat betapa Maha Kuasa-Nya Ciptaan Allah, manfaatkanlah titipan itu dengan sebaik baiknya. Jagalah ia, Jangan kau menodai titipan suci itu, kau dilahirkan dalam keadaan suci dan kau harus berusaha menjaganya tetap suci sampai akhir hayatmu)  kau harus mengeluarkan uang sebanyak US$ 1.525 Jika kau ingin memiliki mata, akan tetapi, dengan ke Maha Pemurahnya Allah, kau diberikan sepasang mata itu secara gratis. Hidung (kau bisa mendapatkannya secara gratis, tanpa harus membayar secuilpul, maka Bersyukurlah kepada Nya). Mulut (kau bisa berbicara dengan fasih, menyanyi dengan indah, makan makanan yang enak, maka syukurilah semua itu. Jagalah bibirmu dari omongan yang tidak bermanfaat dan mendatangkan mudharat). Telinga (kau bisa mendengarkan keindahan suara alam, mendengarkan al Qur'an, dsb, maka bersyukurlah atas segalanya) dan masih banyak lagi nikmat2 yang tak terhigga yang tidak bisa kuungkapkan satu persatu. Akhirul kalam
Wassalaamu'alaikun warahmatullahi wabarakaatuh..... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar