بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu'alaiku warahmatullahi wabarakatuh....
Ku mulai tulisan ini dengan Basmalah,
Sungguh, Aku mendapatkan pelajaran berharga hari
ini.....
Kuharap ini bisa menadi nasehat untuk diriku.....
Setiap manusia selalu takut jika berbicara tentang
kematian, kebanyakan orang takut untuk mati tapi tidak mempersiapkan diri untuk
menuju kematian. Hal yang menakutkan itu bukan menjadi pemicu seeorang
bertaubat atas segala dosa, ketika manusia diberi kebahagiaan oleh Allah, maka
sebagian besar akan melupakan Sang Maha. Dan ketika diberi musibah maka hal
yang paling pertama diingat adalah Sang Pencipta. Entah merasa marah karena
diberi musibah dan memohon belas kasihan kepada Sang Maha. Aku tidak tahu
apakah ini sebuah fitrah manusia? manusia selalu mendekati Rabbnya ketika dalam
ketidakberdayaan. Dan sangat sering menafikkan pemberian Sang Maha, hanya
karena ujian yang Allah berikan kepadanya. "Tuhan.. mengapa hari ini aku
sial!!! tidak adakah hal yang lebih baik dari hari ini!!!". Ungkapan
seorang manusia yang menafikkan Pemberian dan nikmat Tuhan. Dalam firman-Nya:
فَبِأَيِّ
ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٣
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan"
Tidakkah kita berfikir, Nikmat yang tak terhingga yang kita miliki saat ini, Mata (kau bisa melihat apapun dengan titipan Allah itu, kau bisa memanfaatkan mata yang kau miliki untuk melihat betapa Maha Kuasa-Nya Ciptaan Allah, manfaatkanlah titipan itu dengan sebaik baiknya. Jagalah ia, Jangan kau menodai titipan suci itu, kau dilahirkan dalam keadaan suci dan kau harus berusaha menjaganya tetap suci sampai akhir hayatmu) kau harus mengeluarkan uang sebanyak US$ 1.525 Jika kau ingin memiliki mata, akan tetapi, dengan ke Maha Pemurahnya Allah, kau diberikan sepasang mata itu secara gratis. Hidung (kau bisa mendapatkannya secara gratis, tanpa harus membayar secuilpul, maka Bersyukurlah kepada Nya). Mulut (kau bisa berbicara dengan fasih, menyanyi dengan indah, makan makanan yang enak, maka syukurilah semua itu. Jagalah bibirmu dari omongan yang tidak bermanfaat dan mendatangkan mudharat). Telinga (kau bisa mendengarkan keindahan suara alam, mendengarkan al Qur'an, dsb, maka bersyukurlah atas segalanya) dan masih banyak lagi nikmat2 yang tak terhigga yang tidak bisa kuungkapkan satu persatu. Akhirul kalam
Wassalaamu'alaikun warahmatullahi wabarakaatuh..... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar