Sabtu, 05 November 2016

Kelalaian Manusia



Sungguh… MANUSIA BERADA DALAM KELALAIAN
Manusia seringkali lupa peran yang Allah berikan ketika di Dunia…
Manusia seringkali melupakan sang Maha Pencipta
Dalam sehari, Manusia diperintahkan shalat 5 waktu untuk beribadah kepada tuhan-Nya, 
Salah satu tujuan dari shalat 5 waktu agar manusia ingat dengan Tuhan-Nya
Tapi itu semua hanya dijalani sebagai penggugur kewajiban… 
Bahkan sepanjang shalat pun, pikiran dunia menghampiri Manusia...
Manusia diberikan rasa cinta dalam dirinya
Tetapi rasa suci itu seringkali ternodai oleh diri manusia
Banyak manusia yang memiliki rasa cinta berlebihan kepada manusia, hingga ia lupa dengan Tuhan-Nya
Rasa suci itu menjadikan dirinya lalai atas perannya di Dunia
Shalat yang dilakukan hanya sebatas ucapan tak bermakna
Hanya sekedar ucapan yang tidak dirasakan maknanya yang dalam
Mengapa manusia sangat tak tahu diri…
Tanpa sedikitpun rasa malu untuk menginjakkan kaki di muka bumi…
Lupa akan ada hari dimana manusia  harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang dilakukannya...
Selalu merasa bahwa apa yang ada di Dunia ini adalah miliknya...

Edisi Curhat



Assalamu’alaikum…
Hai…
Semoga kau selalu dalam lindungan Allah…
Iya, aku tidak bisa menjelaskan padamu…
Maaf,,, seringkali aku tidak sopan ketika didekatmu…
Maaf,,, jika aku menghindari kontak mata denganmu…
Maaf,,, jika aku seringkali membuatmu tersinggung dengan tingkah laku ini…
Tahukah kau?
Semua yang aku lakukan padamu, tiada lain untuk menjaga hati ini…
Aku takut perasaan  ini semakin dalam ketika aku dekat denganmu…
Aku takut rasa ini melebihi cintaku kepada-Nya…
Aku tak ingin rasa ini bertambah apabila mata ini bertemu…
Aku menghindari semuanya karena aku ingin menjagamu dari memandang seseorang yang belum halal bagimu…
Karena aku tak ingin cinta yang Allah berikan kepadaku ini ternodai oleh perbuatan yang aku lakukan…
Maaf jika aku belum sepenuhnya menjaga pandanganku, pikiranku, hatiku, dan apapun yang ada dalam diriku…
Kau tahu?
Semua ini aku lakukan karena aku mencintaimu karena Allah……………………………………………
Wassalam...

Jumat, 13 November 2015

Hindarilah Fitnah







بسم الله الرحمن الرحيم 


Media masa hampir sekitar 70% dikuasai oleh Islam garis keras. Berani menfitnah, menjelek jelekkan, dan memecah belah ummat. Sebagai pembaca yang cerdas, harus bisa memilah berita mana yang berisi fakta, dan fitnah. Apalagi jika web tersebut mengatasnamakan MUI atau siapapun.
Ku sarankan jika kau menerima berita yang mengatasnamakan MUI, maka langsung saja kau kunjungi web resmi MUI. Jangan mudah tertipu oleh web yang tidak jelas kebenarannya.
Seringkali kutemukan web web yang menyatakan “Seorang Ulama pendukung syi’ah” hanya karena foto berpelukan dengan pemuka Syi’ah yang tersebar di Internet. Jika berita tersebut benar, maka tidak ada salahnya, bagaimana jika berita tersebut tidak benar? Maka itu sama saja dengan menfitnah. Ngakunya ahluss sunnah wal jama’ah. Tapi perbuatannya tidak sesuai sunnah. Apakah dalam islam ada yang mengajarkan untuk menfitnah saudara seiman? Hanya karena foto berpelukan dengan pemuka syi’ah.
Sebenarnya itu suatu hal yang lumrah, Aku mempunyai seorang teman yang menganut paham “wahabiyah”, apakah jika aku berpelukan dengannya setelah sekian lama tidak bertemu lalu aku dikategorikan sebagai penganut ajaran wahabi?.
Kehidupan ini selalu dihinggapi oleh prasangka, cepat percaya tanpa pembuktian. Hanya dengan membaca web yang belum jelas kebenarannya dan semudah itu pula dipercaya.
Tiada maksud lain, tulisan ini ku harap bisa meluruskan fitnah, entah mengapa tulisan yang memuat fitnah lebih dipercaya daripada tulisan yang mencoba mendamaikan/meluruskan. Ku hanya berharap tidak ada perpecahan sesama umat muslim. Bagaimana mungkin kepada sesame non muslim saja bisa menghargai satu sama lain, akan tetapi saudara seiman, di serang.
Dalam beragama, sangat wajar jika terjadi perbedaan pendapat. Yang penting adalah sikap saling menghargai sesama saudara seiman maupun tidak seiman. Jangan selalu menjatuhkan, menjelekkan, maupun menfitnah saudara seiman.