بسم الله الرحمن الرحيم
Media masa hampir sekitar 70% dikuasai oleh Islam garis keras.
Berani menfitnah, menjelek jelekkan, dan memecah belah ummat. Sebagai pembaca
yang cerdas, harus bisa memilah berita mana yang berisi fakta, dan fitnah.
Apalagi jika web tersebut mengatasnamakan MUI atau siapapun.
Ku sarankan jika kau menerima berita yang mengatasnamakan MUI, maka
langsung saja kau kunjungi web resmi MUI. Jangan mudah tertipu oleh web yang
tidak jelas kebenarannya.
Seringkali kutemukan web web yang menyatakan “Seorang Ulama
pendukung syi’ah” hanya karena foto berpelukan dengan pemuka Syi’ah yang
tersebar di Internet. Jika berita tersebut benar, maka tidak ada salahnya,
bagaimana jika berita tersebut tidak benar? Maka itu sama saja dengan
menfitnah. Ngakunya ahluss sunnah wal jama’ah. Tapi perbuatannya tidak
sesuai sunnah. Apakah dalam islam ada yang mengajarkan untuk menfitnah saudara
seiman? Hanya karena foto berpelukan dengan pemuka syi’ah.
Sebenarnya itu suatu hal yang lumrah, Aku mempunyai seorang teman
yang menganut paham “wahabiyah”, apakah jika aku berpelukan dengannya setelah
sekian lama tidak bertemu lalu aku dikategorikan sebagai penganut ajaran
wahabi?.
Kehidupan ini selalu dihinggapi oleh prasangka, cepat percaya tanpa
pembuktian. Hanya dengan membaca web yang belum jelas kebenarannya dan semudah
itu pula dipercaya.
Tiada maksud lain, tulisan ini ku harap bisa meluruskan fitnah,
entah mengapa tulisan yang memuat fitnah lebih dipercaya daripada tulisan yang
mencoba mendamaikan/meluruskan. Ku hanya berharap tidak ada perpecahan sesama
umat muslim. Bagaimana mungkin kepada sesame non muslim saja bisa menghargai
satu sama lain, akan tetapi saudara seiman, di serang.
Dalam beragama, sangat wajar jika terjadi perbedaan pendapat. Yang
penting adalah sikap saling menghargai sesama saudara seiman maupun tidak
seiman. Jangan selalu menjatuhkan, menjelekkan, maupun menfitnah saudara
seiman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar