Jumat, 13 November 2015

Hindarilah Fitnah







بسم الله الرحمن الرحيم 


Media masa hampir sekitar 70% dikuasai oleh Islam garis keras. Berani menfitnah, menjelek jelekkan, dan memecah belah ummat. Sebagai pembaca yang cerdas, harus bisa memilah berita mana yang berisi fakta, dan fitnah. Apalagi jika web tersebut mengatasnamakan MUI atau siapapun.
Ku sarankan jika kau menerima berita yang mengatasnamakan MUI, maka langsung saja kau kunjungi web resmi MUI. Jangan mudah tertipu oleh web yang tidak jelas kebenarannya.
Seringkali kutemukan web web yang menyatakan “Seorang Ulama pendukung syi’ah” hanya karena foto berpelukan dengan pemuka Syi’ah yang tersebar di Internet. Jika berita tersebut benar, maka tidak ada salahnya, bagaimana jika berita tersebut tidak benar? Maka itu sama saja dengan menfitnah. Ngakunya ahluss sunnah wal jama’ah. Tapi perbuatannya tidak sesuai sunnah. Apakah dalam islam ada yang mengajarkan untuk menfitnah saudara seiman? Hanya karena foto berpelukan dengan pemuka syi’ah.
Sebenarnya itu suatu hal yang lumrah, Aku mempunyai seorang teman yang menganut paham “wahabiyah”, apakah jika aku berpelukan dengannya setelah sekian lama tidak bertemu lalu aku dikategorikan sebagai penganut ajaran wahabi?.
Kehidupan ini selalu dihinggapi oleh prasangka, cepat percaya tanpa pembuktian. Hanya dengan membaca web yang belum jelas kebenarannya dan semudah itu pula dipercaya.
Tiada maksud lain, tulisan ini ku harap bisa meluruskan fitnah, entah mengapa tulisan yang memuat fitnah lebih dipercaya daripada tulisan yang mencoba mendamaikan/meluruskan. Ku hanya berharap tidak ada perpecahan sesama umat muslim. Bagaimana mungkin kepada sesame non muslim saja bisa menghargai satu sama lain, akan tetapi saudara seiman, di serang.
Dalam beragama, sangat wajar jika terjadi perbedaan pendapat. Yang penting adalah sikap saling menghargai sesama saudara seiman maupun tidak seiman. Jangan selalu menjatuhkan, menjelekkan, maupun menfitnah saudara seiman. 

Rabu, 11 November 2015

PENYAKIT HATI




 


Ketika dirimu mulai merasa dikotori oleh hatimu, maka bersegeralah untuk  membersihkan kotoran itu. Jangan kau biarkan kotoran itu menjangkit ke seluruh aliran darahmu. Ingatlah selalu kepada Sang Kuasa, ingatlah akan seluruh nikmat dan pemberiannya. Bagaimana mungkin kamu membalas segala kenikmatan itu dengan noda noda dihatimu. Noda noda itu tidak hanya tercipta dari kemaksiatan. Akan tetapi ketika engkau mulai meninggalkan kewajibanmu sebagai seorang hamba maka disitulah kau menodai hatimu, tidakkah terlintas sedikit saja difikiranmu untuk mengingat Tuhanmu???. Bahkan sepanjang kau melaksanakan shalat pun, fikiran dunia datang menghampirimu.

Yaa Rabb, jika pada hari akhir nanti amalan kami dihisab, bagaimana cara kami menjelaskan kepada-Mu segala penyakit hati yang sudah bersarang di tubuh ini. Sungguh!!! kami sangat malu menodai hati yang engkau berikan dalam keadaan suci ketika kami lahir. Kami masih tergoda dengan kefanaan dunia ini. dunia ini terlihat indah akan tetapi keindahan dunia ini merupakan ujian-Mu kepada kami.

Yaa Rabb,… Matikanlah kami dalam keadaan hati yang bersih. Jujur. Kami meyakini hanya Kau yang dapat mengizinkan kami menjaga hati ini tetap suci. Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat, bukan kebahagiaan yang menyebabkan kami ingkar kepada-Mu ya Rabb… akan tetapi kebahagiaan yang menyebabkan kami lebih mendekatkan diri kepada-Mu…. Terima kasih atas segala nikmat yang tak terhingga sampai saat ini.

Tidak henti hentinya ku ucap kata syukur, Terima kasih atas segala-Nya Rabb……….

“LOVE ALLAH”